Karam di Stadium Akhir

Hujan di malam ini,
Bersama sunyi yang masih menemani
Sekali lagi ku terhanyut dalam ilusi,
Demikianlah Ia dengan pesonanya singggah tanpa permisi

Memang benar kata orang,
Jika cinta disuling jarak menjadi rindu
Begitulah cinta dan kerinduan
Dari dalam rumah,
Seorang gadis menutup pintu biliknya
Tetapi rindu masih saja sanggup mengetuk pintunya
Seakan-akan rindu yang tak berkompromi,
Berhasil menerobos jauh kedalam inti jantung hati

Sekali lagi,
Seorang gadis memadamkan lampu biliknya,
Mencoba terpejam tuk kesekian kalinya
Tetapi rindu masih saja sanggup membuatnya terjaga
Aku turut prihatin,
Mungkin gadis itu mengidap rindu stadium akhir
Jurang antara cinta dan ketidakwarasan

Kata orang cobalah berdamai dengan rindu
Kali ini ku antarkan diksiku padamu
Pulanglah kepada yang kau rindukan,
Jangan kau sibukkan empunya
Sebab sia-sia saja tuk terus berharap,
Jika memang tak ada ruang tuk bertatap
Maka kasih, di lautan rindu ini,
Aku karam.


- diksikoe
Jember, 17 Desember 2022



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanpa Tanda

Renjana senja

Kala(h) Senja Singgah