Postingan

Kala(h) Senja Singgah

191 senja, semesta pernah menyulam dua jiwa dalam tenun waktu yang sederhana. Kelana muda berikrar di bawah langit yang sama, menyusuri pagi dengan segenggam harapan, menyapa senja dengan seutas cerita, menitipkan doa di antara jarak dan diam. Namun, seperti musim yang arif pada waktunya, ia menunduk lembut kala tiba saatnya berpulang. Begitu pula cinta, ia tahu kapan harus berhenti bersemi, bukan karena layu, bukan pula karena kehilangan arti, melainkan sebab tugasnya telah usai: mengajarkan hati makna memberi, dan seni melepaskan dengan tulus tanpa pamrih. Senja pun datang sebagai titah yang lembut, menyapa jiwa tanpa janji, berpamitan tanpa keluh. Dalam tiap langkah perginya, tersisah hikmah yang halus: bahwa kasih sejati tak meminta untuk digenggam, melainkan mengajarkan cara melepas dengan hati yang rela, dan mengizinkan segalanya kembali pada sunyi yang memeluknya dengan tenang. - diksikoe Banyuwangi, 30 September 2025

Tanpa Tanda

Hari ini kembali ku lihat awan hitam di tengah kota Pekatnya membawa rintik hujan yang membasahi sebagian kering kota Perlahan rintik berubah menjadi deras, namun anehnya seketika langit merekah cerah Barangkali ahli cuaca sekalipun tak kuasa menebaknya Awan bisa berkhianat pada langit, hujan bisa jatuh tanpa tanda Begitu juga wanita yang tak sanggup membaca denyut hatinya sendiri Ada sedih yang merintik, ada gundah yang berarak, dan ada tangis yang deras, menumpah tanpa kendali - diksikoe Banyuwangi, 19 Agustus 2025

Renjana senja

 Seketika hadirmu menjadi bagian yang paling ku nantikan Jalan yang sebatas angan dalam pikirku sebelumnya, denganmu justru menjadi sangat nyata Kamu adalah semua pertama yang aku inginkan Kamu dan aku yang menjadi kita ini terlalu larut dalam harsa Hingga detik bahagia rupanya lebih memilih sesaat untuk kita Perlahan kita menjadi sempat yang tak pernah lekat, Dan harap yang sebatas ratap Namun sama seperti sediakala, Entah mengapa kamu masih menjadi tokoh dalam renjana niskala yang ku abadikan dalam doa - diksikoe Jember, 14 Maret 2025

Pikirku Tentang Dia

Hari ini ruang hampaku terasa penuh, Sama sepertinya, aku pun lupa kapan terakhir kali ruang hampaku terisi Dan hari ini, tanpa sengaja dia singgah tanpa permisi Premisku sederhana tentangnya, Seseorang yang berkelana sekedar untuk memenuhi rasa penasarannya. Lalu kata yang keluh untuk ku ucap, apa benar singgah nya untuk sungguh? Dan apakah memang niatnya mengetuk untuk menetap? Jika memang inginnya tuk menetap, Jujur saja Tuhan aku ingin mencintainya dengan penuh sabar - diksikoe Lumajang, 29 Juli 2024

Wanita Sehening Malam

 Aku tau, aku mengerti akan diriku Aku tau persis bagaimana diriku Begitupun aku tau debaran ini untukmu Aku lebih memilih memandangimu tanpa kau tau, Aku pun lebih memilih menyimpanmu dalam doaku Takkan aku menyapamu terlebih dahulu, Hingga benar kau di takdirkan untukku Debaran yang saat ini singgah di hatiku tak perlu siapapun tau Ku titipkan kecintaan ku dalam sujudku, Hingga kau dan aku yang dipersatukan, Ataukah ikhlas yang harus dilakukan. Jember, 17 Juni 2023

Karam di Stadium Akhir

Hujan di malam ini, Bersama sunyi yang masih menemani Sekali lagi ku terhanyut dalam ilusi, Demikianlah Ia dengan pesonanya singggah tanpa permisi Memang benar kata orang, Jika cinta disuling jarak menjadi rindu Begitulah cinta dan kerinduan Dari dalam rumah, Seorang gadis menutup pintu biliknya Tetapi rindu masih saja sanggup mengetuk pintunya Seakan-akan rindu yang tak berkompromi, Berhasil menerobos jauh kedalam inti jantung hati Sekali lagi, Seorang gadis memadamkan lampu biliknya, Mencoba terpejam tuk kesekian kalinya Tetapi rindu masih saja sanggup membuatnya terjaga Aku turut prihatin, Mungkin gadis itu mengidap rindu stadium akhir Jurang antara cinta dan ketidakwarasan Kata orang cobalah berdamai dengan rindu Kali ini ku antarkan diksiku padamu Pulanglah kepada yang kau rindukan, Jangan kau sibukkan empunya Sebab sia-sia saja tuk terus berharap, Jika memang tak ada ruang tuk bertatap Maka kasih, di lautan rindu ini, Aku karam. - diksikoe Jember, 17 Desember 2022

Dalam Janji Kami

Kalau mama sudah bisa mewujudkan mimpimu, Maka akulah yang melanjutkan semangatmu. Sesekali awasi kami dari manapun kamu berada ya... Doa kamipun selalu untukmu, hari ini, esok, dan sampai kapanpun. Kenangan semestinya tidak membuat kami terluka dan menangis setiap harinya, Melainkan menjadikan kami kuat hari demi harinya. Kami janji untuk tidak hidup dalam kenangan, Hanya saja kami ingin mengenangmu setiap saat. Kami akan tetap hidup, Dan dalam kehidupan inilah pengharapanmu tergantung didalamnya. Kami akan bertahan, hingga kami pun menemukanmu, Atau kaulah yang menemukan kami. Cepat... atau lambat.., - diksikoe

Dea R

 Dialah penyempurna dariku yang biasa Dialah terang yang menuntunku dengan sinarnya Dialah cinta dengan kelembutan dan kehangatannya Dialah satu yang kutatap dan kuharapkan Dengannya ialah hadir cinta dan kerinduan Diantaranya kesempurnaan hanyalah milik Allah Namun bersamanya menghadirkan kesempurnaan pada cinta Cinta seperti embun yang memilih jatuh ke tanah Ialah membawa kesuburan dan ketenangan olehnya Dia yang entah dimana keberadaannya Menuntunku sekali lagi pada cinta abadi sesungguhnya Ialah kecintaan terhadap Allah Biarlah cinta yang ada padamu menjadi bagian kecintaanku pada-Nya Dea R, kerinduan biarlah menjadi penantian panjang bagiku Tunggu aku hingga waktu yang tak tertentu Semoga sekiranya Tuhan sudi menguatkanmu, Begitupun menguatkanku selalu - diksikoe

Hey...

 Dan, di bulan itu kamu meninggalkan semuanya Kamu kembali, kamu pulang Aku takziah, aku mengantar Aku ziarah di rumah barumu, Mendoakanmu tiada hentinya Kamu dengar kan? Kamu lihat kan? Semoga sedikit hadiah yang baru bisa aku berikan setelah kepergianmu ini, menjadi terang dan teduhmu disana. Tempat dimana seluruh kenangan dan kecintaanku tersimpan didalamnya. - diksikoe Banyuwangi, 22 Juni 2022

Cemburu Pada Bidadari

Entahlah aku ini mengapa Setiap kali terlintas tentangnya, Pun terlintas elok paras bidadari besertanya Aku ini mengapa? Mahligai yang ku bangun begitu kokohnya, Memaksaku bangun tuk lebih legawa Malangnya kini mahligai tak bertuan, Kini tak lagi menjadi mahligai yang dirindukan Aku ini siapa? Cinta kepunyaan anak manusia biasa, Mengadu peruntungan mahligai nirvana Gemetar rasa hanya sekedar terbayang, Yang tercinta sudahlah berwangikan, Beristrikan 1000 bidadari nirvana Dikau ku kenang, aku kau enyahkan - diksikoe

Terlalu Mirip

 Kita yang terlalu mirip Bagaikan dua dunia paralel Bagaikan garis yang sejajar Kita yang terlalu mirip ini, Bukanlah tidak memiliki titik potong, Titik potong yang menjadi titik temu Melainkan bertemu untuk saling menatap, Menatap untuk terus menetap Melainkan sejajar untuk saling menggenggam Sudah kubilang kita bukan kata mereka Kita yang mirip ini adalah kita, Adalah kita dengan titik temu kita sendiri Namun jenakalah ketika mengingat, Melihat realita bahwa kau yang rasionalis Bahkan terlalu rasionalis Hingga aku yang menjadi lebih dramatis Bukankan kita sudah memiliki titik potong? -diksikoe

Mei Kelabu

 Kalau aku boleh bilang Tahun ini Mei kelabu Semua orang menghilang Aku sendirian, nelangsa.. Kekasihku hilang, Terusir dari kota kelahiran, Jauh dari pandangan Terasingkan oleh pertemanan. Kejam nian Mei ini padaku Sekali lagi kalau boleh kubilang.. Tahun ini Mei kelabu, Berjibaku teguhkan sadar, Sadarkan tuk menguatkan jiwa, Jiwa yang sunyi dibalut sedih, Dibalur pedih.  -diksikoe

Mengenalnya dan Mengenangnya

Mengenalnya dan Mengenangnya Mempertemukan yang harus bertemu Memisahkan yang harus berpisah Pertemuan yang amat terasa singkat Mengantarkan perpisahan kesatu, kedua, dan ketiga Pahitnya dua insan rasakan, Rela.. relakan, namun masih terus terikat Hingga keempat yang menjadi akhir Akhir yang menjadi awal keabadian rasa -diksikoe